Senin, 01 Februari 2016

Undur-undur


200px
Undur-undur dewasa
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Upafilum: Hexapoda
Kelas: Insecta
Upakelas: Pterygota
Infrakelas: Neoptera
Ordo: Neuroptera
Famili: Myrmeleontidae
Subfamili
Acanthaclisinae
Brachynemurinae
Dendroleontinae
Dimarinae
Echthromyrmicinae
Glenurinae
Myrmecaelurinae
Myrmeleontinae
Nemoleontinae
Palparinae
Pseudimarinae
Stilbopteryginae
Undur-undur adalah sebutan untuk kelompok serangga dari familia Myrmeleontidae (kadang-kadang salah dieja sebagai Myrmeleonidae). Di dunia ini diperkirakan ada sekitar 2.000 spesies undur-undur dan mereka tersebar di seluruh dunia, terutama di wilayah bersuhu hangat dan berpasir.[1]
Nama "undur-undur" diberikan pada hewan ini karena kebiasaan larvanya berjalan mundur saat menggali sarang jebakan di tanah. Di daerah Barat, hewan ini dikenal dengan nama antlion (semut singa). Nama itu diberikan karena kebiasaan larvanya yang memburu semut secara ganas dengan cara menggali jebakan di dalam tanah sehingga dianggap sebagai "singanya para semut".

Daftar isi

Klasifikasi

Undur-undur memiliki nama famili Myrmeleontidae yang berasal dari bahasa Yunani myrmex (semut) dan leon (singa) sehingga nama Myrmeleontidae secara harfiah bisa diartikan "semut singa". Famili Myrmeleontidae sendiri termasuk ke dalam ordo Neuroptera yang dalam bahasa Yunani bisa diartikan sebagai "sayap jala" atau "sayap berurat". Nama itu diberikan karena semua serangga dalam ordo ini memiliki dua pasang sayap transparan dan berurat.[1]

Anatomi

Undur-undur memiliki penampilan yang sekilas mirip dengan capung karena sama-sama memiliki abdomennya panjang dan memiliki dua pasang sayap transparan berurat pada thoraxnya. Ia bisa dibedakan dengan capung dengan melihat antenanya yang panjang dan ujungnya sedikit melengkung, ukurannya yang rata-rata lebih kecil, dan matanya yang terletak di sisi kepala serta berukuran lebih kecil dibandingkan mata capung. Undur-undur juga tidak bisa terbang secepat dan selincah capung karena ia pada dasarnya merupakan penerbang lemah.[2]
Undur-undur memiliki ukuran yang bervariasi. Jenis undur-undur terbesar di dunia diketahui berasal dari genus Palpares yang hidup di Afrika dan rentang sayapnya mencapai 16 cm. Spesies yang terkecil berasal dari wilayah Arabia dan rentang sayapnya hanya sekitar 2 cm. Mayoritas undur-undur sendiri umumnya berukuran antara 4–10 cm.[1]

Daur hidup dan reproduksi

Sepasang undur-undur bersanggama.
Reproduksi terjadi tidak lama setelah undur-undur baru saja keluar dari kepompongnya. perkawinan dimulai ketika sepasang undur-undur jantan dan betina hinggap di pohon. Sepasang undur-undur itu lalu melakukan kopulasi dengan cara saling melekatkan ujung abdomennya. Kopulasi bisa berlangsung hingga dua jam lamanya. Undur-undur betina yang sudah dibuahi telurnya selanjutnya akan pergi mencari tempat untuk bertelur dan masih mungkin kembali ke tempat yang sama untuk kembali kawin.
Undur-undur mengalami metamorfosis sempurna: telur, larva, kepompong, dan dewasa. Perkembangan undur-undur dimulai ketika betina meletakkan telurnya di dalam tanah berpasir dengan cara mengetuk-ngetuk abdomennya ke dalam tanah dan mengeluarkan telur-telurnya di sana. Di dalam tangkapan, undur-undur betina bisa mengeluarkan telur hingga 20 butir sekali bertelur dan biasanya ia memilih pasir yang bersuhu hangat. Kadang-kadang, undur-undur betina yang sedang menaruh telur di atas pasir tertangkap oleh larva undur-undur lain yang kebetulan membuat jebakan yang berdekatan dengan tempatnya bertelur.[3]
Larva undur-undur dilihat dari dekat.
Telur undur-undur akan menetas menjadi larva yang bertubuh gempal, pipih, berkaki enam, dan memiliki sepasang taring panjang di kepalanya. Mayoritas spesies larva undur-undur selanjutnya akan membuat jebakan di tanah dengan cara bergerak mundur memakai tubuhnya seperti mata bor dan mulai menggali dengan gerakan spiral hingga akhirnya membentuk sarang jebakannya yang berbentuk seperti corong (biasa disebut "liang undur-undur"). Pada sebagian spesies undur-undur semisal Dendroleon pantheormis, larvanya tidak membuat sarang jebakan, namun hanya bersembunyi di tempat-tempat tertentu lalu menerkam hewan kecil yang lewat di dekatnya. Hal yang unik pada larva undur-undur adalah mereka tidak memiliki anus sehingga ampas sisa-sisa metabolisme tubuhnya akan disimpan dan baru dikeluarkan ketika mereka sudah menjadi undur-undur dewasa.[4]
Fase selanjutnya dalam pertumbuhan undur-undur adalah fase kepompong atau pupa. Kepompong mereka berupa kumpulan butiran pasir di sekitarnya yang disatukan dengan sutra dari kelenjar di abdomennya. Kepompong ini biasanya terkubur hingga beberapa sentimeter di dalam tanah. Pada fase kepompong terjadi perubahan bentuk di dalamnya dan setelah sekitar satu bulan, undur-undur dewasa akan keluar dan mulai menunggu sayapnya kering sebelum bisa terbang untuk mencari pasangan. Undur-undur dewasa rata-rata berusia antara 20-25 hari, sementara sebagian dari mereka juga diketahui bisa hidup hingga usia 45 hari.[3]

Perilaku

Undur-undur dewasa jarang terlihat di alam liar karena ia baru aktif keluar di sore hari dan bisa terlihat menggerombol di malam hari saat sedang mencari pasangan kawin.[3] Mereka juga kadang-kadang dianggap sebagai gangguan bagi manusia karena jika hinggap pada seseorang, mereka bisa memberikan gigitan yang cukup menyakitkan walaupun tidak sampai membahayakan.[4]

Makanan

Sarang jebakan yang dibuat larva undur-undur
Larva undur-undur terkenal sebagai pemangsa yang ganas karena ia memakan hampir segala jenis Arthropoda kecil, terutama semut. Ia berburu secara pasif dengan cara membuat sarang jebakan berbentuk corong, lalu bersembunyi di tengahnya sambil menunggu ada mangsa yang terperosok masuk. Bila ada mangsa terjebak masuk ke dalam perangkapnya namun masih bisa bergerak naik, larva undur-undur akan melempari mangsanya dengan butiran pasir agar tergelincir. Larva undur-undur mengetahui kehadiran korbannya dengan cara merasakan getaran dari gerakan korbannya.[5] Larva undur-undur juga memiliki sepasang rahang tajam dan di ujungnya terdapat lubang untuk menyuntikkan racun ke dalam tubuh mangsanya untuk membunuhnya, lalu mulai menghisap cairan tubuhnya.
Makanan undur-undur dewasa lebih bervariasi. Sebagian spesies hidup dengan memakan nektar dari bunga, sementara beberapa spesies lainnya hidup dengan memakan Arthropoda kecil seperti halnya larva undur-undur.[6]

Lintah


Lintah
Leech blutegel.jpg
Seekor lintah di atas batu
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Annelida
Kelas: Clitellata
Upakelas: Hirudinea
Lamarck, 1818
Ordo
Arhynchobdellida atau Rhynchobdellida
Ada ketidaksepakatan mengenai pengelompokkan Hirudinea; apakah seharusnya berupa kelas sendiri atau subkelas dari Clitellata.
Lintah dan pacet adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea. Terdapat jenis lintah yang dapat hidup di daratan, air tawar, dan laut. Seperti halnya kerabatnya, Oligochaeta, mereka memiliki klitelum untuk menyimpan telur-telur pada segmen-segmen tertentu. Seperti Oligochaeta, lintah juga hermafrodit (berkelamin ganda). Lintah obat Eropa, Hirudo medicinalis, telah sejak lama dimanfaatkan untuk pengeluaran darah (plebotomi) secara medis.
Lintah dibedakan dari pacet bukan berdasarkan taksonomi, tetapi lebih pada habitat kesukaannya. Lintah sehari-hari hidup di air, sedangkan pacet sehari-harinya melekat pada daun atau batang pohon (di luar air).
Semua spesies lintah adalah karnivora. Beberapa merupakan predator, mendapat makanan dari berbagai jenis invertebrata seperti cacing, siput, atau larva serangga.


Kuskus

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kuskus (pengucapan bahasa Inggris: [ˈkʌskʌs]) adalah nama umum yang diberikan untuk spesies untuk empat genus possum Australia. Genus yang termasuk spesies kuskus yaitu:
Kuskus merupakan salah satu mamalia berkantung yang ada di Indonesia. Seperti kanguru, kuskus betina melahirkan anaknya kemudian merawat dan membawa anaknya dalam kantung yang terdapat di perutnya.
Kuskus sering dianggap hewan yang sama dengan kukang, padahal keduanya berbeda. Ciri utama kuskus selain kantong yang terdapat di perutnya adalah bentuk muka yang bundar dengan daun telinga yang kecil, serta bulu yang lebat.
Selain itu kuskus mempunyai ekor yang panjang dan kuat yang berfungsi sebagai alat untuk berpegangan saat berpindah dari satu dahan ke dahan lainnya. Ekor kuskus juga menjadi senjata pertahanan dengan cara mengaitkan ekornya kuat-kuat pada batang atau cabang pohon.

Bekantan


Bekantan
Proboscis.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Primata
Famili: Cercopithecidae
Upafamili: Colobinae
Genus: Nasalis
É. Geoffroy, 1812
Spesies: N. larvatus
Nama binomial
Nasalis larvatus
Wurmb, 1787
Nasalis larvatus range map.png
Bekantan atau dalam nama ilmiahnya Nasalis larvatus adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis.
Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda. Dalam bahasa Brunei (kxd) disebut bangkatan.
Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Monyet betina berukuran 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.
Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Borneo (Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunai). Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah One-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu juga terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal itu dimungkinkan sebagai strategi bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding. Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaputnya. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup.
Bekantan merupakan maskot fauna provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut, serta sangat terbatasnya daerah dan populasi habitatnya, bekantan dievaluasikan sebagai Terancam Punah di dalam IUCN Red List. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I.
Lukisan monyet bekantan dan keluarganya di Pusat Primata Schmutzer, Ragunan, Jakarta

Kutu busuk


Kutu Busuk
Bed bug, Cimex lectularius.jpg
Cimex lectularius
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Hemiptera
Upaordo: Heteroptera
Infraordo: Cimicomorpha
Superfamili: Cimicoidea
Famili: Cimicidae
Latreille, 1802
Subfamilies, Genera & Species
Subfamily Afrociminae
Subfamily Cimicinae
Subfamily Cacodminae
Subfamily Haematosiphoninae
Subfamily Latrocimicinae
Subfamily Primicimicinae
Kutu busuk atau bangsat atau kepinding atau tinggi atau disebut juga tumila adalah serangga parasit dari keluarga Cimicidae. Kutu busuk dikenal sebagai spesies yang meminum darah manusia dan hewan berdarah panas lainnya. Kutu busuk senang tinggal di rumah manusia, khususnya pada tempat tidur. Kutu busuk biasa tinggal dan bertelur di lipatan tempat tidur atau bantal dan tempat-tempat tersembunyi lainnya. Kutu busuk bisa menggigit tanpa disadari korbannya, biasanya ia akan agresif pada malam hari. ia akan menimbulkan bekas gigitannya yang berupa bentol dan terasa gatal serta panas pada korbannya. Serangga parasit ini bisa menimbulkan penyakit ruam-ruam, efek psikologis, dan gejala alergi. Hewan ini beraroma tidak sedap dan sangat menyengat di hidung.

Daftar isi

Perilaku

Keperluan darah

Kutu busuk perlu darah untuk perkembangannya dari menetas hingga dewasa.[1] Umumnya ia ditemukan di tempat tidur, kursi, atau sofa. Di Indonesia, sampai akhir 1970-an, permasalahan kutu busuk banyak ditemukan di rumah, hotel, dan juga Bus tempat pertunjukan dan lain sebagainya.[1]

Perkembangbiakan

Kutu busuk betina bertelur 200 butir (3-4 butir telur setiap harinya).[1] Dalam 5 bulan, kutu busuk berukuran 6-10 mm hingga dewasa. Mampu bertahan hidup hingga 10 bulan.[1]

Burung unta



Burung unta
Temporal range: Pleistocene–present
O
S
D
C
P
T
J
K
N
↓
Pleistocene hingga sekarang
Ostrich140.jpg
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Struthioniformes
Famili: Struthionidae
Vigors, 1825
Genus: Struthio
Spesies: S. camelus
Nama binomial
Struthio camelus
Linnaeus, 1758[2]
Burung unta merupakan burung terbesar yang masih hidup. Dengan ketinggian hingga 2,5 meter (8 kaki), ia cukup besar seukuran orang dewasa berbadan kecil menunggang mereka dan telah digunakan di sebagian Afrika Utara dan Arab sebagai hewan tunggangan perlombaan. Burung ini tidak dapat terbang dan termasuk dalam kumpulan primitif yang kurang dikenal, yaitu ratit (Palaeognaths). Nama ilmiahnya Struthio camelus.
Burung unta berasal dari sabana dan bagian gurun Afrika di utara dan selatan zona hutan khatulistiwa. Spesies yang terdapat di Timur Tengah, yakni S. c. syriacus, telah lenyap.
Burung unta dibudidayakan di berbagai tempat di dunia untuk diambil bulunya sebagai hiasan. Kulitnya dipakai untuk menghasilkan bahan tekstil dan dagingnya dijual secara komersial.[3]
Menurut kepercayaan rakyat, burung unta terkenal karena menyembunyikan kepala mereka di dalam tanah saat berhadapan dengan bahaya. Perilaku ini tidak pernah dicatat atau dilihat, walaupun burung unta diketahui merendahkan kepala dan leher mereka ke tanah untuk melindungkan diri bila predator mendekat. Apabila terancam, burung unta mampu membuat predatornya luka parah dengan tendangan dari kaki mereka yang kuat itu.
Anggota lain kelompok Palaeognaths termasuk burung rea, emu, kasuari serta burung terbesar yang diketahui tetapi sekarang lenyap, Aepyornis.

Ciri-ciri

Burung unta adalah hewan berdarah panas, mempunyai sayap dan tubuh yang diselubungi bulu. Bulu mereka tidak berfungsi sebagai kerajang udara, tetapi pernah populer sebagai hiasan topi wanita dan sebagainya. Paruhnya tidak bergigi dan lancip.
Burung ini dicirikan dengan leher dan kaki yang panjang, dan dapat berlari hingga kecepatan 70 km per jam[3] dan merupakan yang tercepat di antara burung lainnya.[4]
Burung unta terkenal dengan bersarang secara sosial, di mana beberapa ekor burung betina akan bertelur dalam satu sarang, untuk dierami oleh betina pada waktu siang dan jantan pada waktu malam. Telur burung unta adalah telur terbesar.

Budi daya burung unta

Aksesori dari bulu burung unta, Amsterdam, 1919
Artifak yang ditemukan di Afrika Selatan, berupa hiasan dan tempat minum dari cangkang telur menandakan bahwa setidaknya manusia telah mengenal burung unta sejak 60 ribu tahun yang lalu.[5] Di Jaman Romawi Kuno, burung unta diburu oleh para bangsawan untuk mendapatkan daging dan bulunya sebagai dekorasi. Perburuan terus berlanjut hingga abad ke 19 dan menjadikan burung unta hampir punah.[6]
Budi daya burung unta untuk bulunya dimulai pada abad ke 19 dan pertama kali dilakukan di Afrika Selatan. Peternak burung unta menangkap bayi burung unta dari alam liar, membesarkannya, dan memanen bulunya setiap tujuh atau delapan bulan.[7] Kulit dari burung unta dikatakan sebagai kulit dengan kualitas terbaik.[8] Rasa daging burung unta disebut mirip dengan daging sapi namun dengan kadar lemak dan kolesterol yang lebih rendah, dan kadar kalsium, protein, dan zat besi yang lebih tinggi. Daging burung unta mentah berwarna merah tua atau merah cherry.[9]

Beruang cokelat


Beruang cokelat
Brown bear rearing.jpg
Beruang cokelat
Bear-footprint.jpg
Jejak kaki beruang cokelat
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Ursidae
Genus: Ursus
Spesies: U. arctos
Nama binomial
Ursus arctos
Linnaeus, 1758
Ursus arctos distribution.jpg
Brown Bear range
Beruang cokelat (Ursus arctos) adalah salah satu jenis beruang. Hidup di wilayah timur Eurasia dan Amerika Utara. Beruang cokelat bisa berbobot 130–700 kg (300–1500 pon). Beruang kodiak termasuk jenis beruang cokelat yang terbesar, yang seukuran dengan beruang kutub yang memiliki anggota terbanyak dalam kerluarga beruang [1][2][3] yang merupakan hewan pemangsa darat terbesar.[4] Ada beberapa subspesies beruang cokelat, antara lain: beruang cokelat suriah, beruang cokelat kodiak, beruang cokelat alaska, beruang cokelat amerika (grizzly) dan beruang cokelat meksiko.

Populasi beruang cokelat ada di sebagian wilayah Rusia, Amerika Serikat (kebanyakan Alaska), Kanada, wilayah Karpathia (terutama Rumania ),[5] juga di Ukraina, Slowakia, Polandia dan sebagainya). Bahkan Balkan, Swedia dan Finlandia, menetapkan beruang sebagai hewan nasional. Jadi, Beruang cokelat memiliki habitat yang paling luas dari semua beruang.

Daftar isi

Jenis

Ada sedikit kesepakatan tentang klasifikasi beruang cokelat. Jenis beruang Cokelat sudah diusulkan sebanyak 90 jenis, namun analisis DNA baru-baru ini hanya mengelompokkan dalam lima kelompok organisme dan keturunannya (Klade).[6] Pada tahun 2005, sedikitnya ada 16 subspesies telah diakui.[7], antara lain:
Nama Gambar Ruang lingkup dan habitat Keterangan singkat
Ursus arctos arctos – Eurasian brown bear
Beruang cokelat eurasia
Ours des pyrenees aspe 2002.jpg Eropa, Kaukasus, Siberia (kecuali timur) dan Mongolia [8] [8]
Ursus arctos alascensis[9]
Alaska
Ursus arctos beringianus – Kamchatka brown Bear
Beruang cokelat kamchatka
Brown-bear-in-spring.jpg Kamchatka Peninsula dan Pulau Paramushir[8] Beruang ini berukuran sangat besar, berwarna cokelat gelap. Yang berwarna terang ditemui di Eropa-Siberia. Cakarnya gelap;[8]
Ursus arctos californicus – Beruang pirang california (diyakini punah) Monarch the bear.jpg California Beruang ini yang terakhir kali diketahui masih bertahan hidup telah ditembak di California pada tahun 1922.
Ursus arctos collaris – East Siberian brown bear
Beruang cokelat siberia timur.
Ucollaris.jpg Siberia timur, dari Sungai Yenisei to the Pegunungan altai, juga ditemukan Mongolia timur. Sebagian bersar berwarna gelap, berukuran sedang dengan proporsional tengkorak yang lebih besar.[8]
Ursus arctos crowtheri – Atlas bear
Beruang atlas (diyakini punah)
Atlasbear.jpg Habitat sementara masih ada wujudnya di Pegunungan Atlas dan daerah sekitarnya, di Afrika Utara, dari Maroko hingga Libya. Beruang ini yang terakhir diketahui masih bertahan hidup telah dibunuh oleh pemburu diperkirakan pada 1870-an.
Ursus arctos dalli


Ursus arctos gyas – Peninsular brown bear
Beruang cokelat pesisir

Pesisir Alaska
Ursus arctos horribilis – Grizzly bear
Beruang cokelat amerika
Grizzly Bear Yellowstone.jpg Kanada Barat, Alaska, dan Amerika Serikat Barat Laut, sejarahnya ada di Great Plains Beruang cokelat amerika yang memiliki ciri-ciri lapisan cokelat sedang hingga gelap dengan abu-abu, atau disebut "beruban" di bulunya. Berukuran lebih kecil dari beruang di pesisir, beruang jantan dewasa yang tinggal diarea pedalaman dapat berbobot hingga 364 kilogram (802 lb), Mudah beradaptasi: dapat hidup di hutan pegunungan pinus, Hutan hujan sedang, semak belukar kering, dan padang rumput.
Ursus arctos isabellinus – Himalayan brown bear
Beruang cokelat himalaya
Ursus arctos isabellinus (in Perm Zoo).jpg Nepal, Pakistan, and India Timur Memiliki warna bulu cokelat kemerahan atau lapisan berpasir, beruang ini berukuran paling kecil dari kebanyakan beruang cokelat lainnya yang ditemukan di benua Asia.
Ursus arctos lasiotus – Ussuri brown bear
Beruang cokelat ussuri
[[Berkas:Ursus arctos lasiotus
Beijing Zoo 3.JPG|140 px]]
Russia: Southern Kuril Islands, Sakhalin, Maritime territory, dan Ussuri/Sungai Amur di wilayah selatan Stanovoy Range, China: Heilongjiang, Japan: Hokkaidō[8] [10]
Ursus arctos middendorffi – Kodiak bear
Beruang kodiak
Bear Square.JPG Kodiak, Afognak, Pulau Shuyak (Alaska) Jenis beruang cokelat yang paling besar, hampir sebesar beruang cokelat Pesisir Lain.
Ursus arctos nelsoni – Mexican grizzly bear
Beruang cokelat meksiko (diyakini punah)
Mexico grizzlies.png Sebelumnya hidup di Meksiko utara, termasuk Chihuahua, Coahuila, dan Sonora, barat daya Amerika Serikat termasuk rentang selatan (Texas, Arizona, dan New Mexico). Beruang ini bisa hidup di kedua hutan pinus pegunungan Meksiko dan Area tebing Gurun Sonoran (canyonlands of Sonoran desert). Namun diyakini punah karena peternakan di Amerika Serikat dan Meksiko yg menggusur habitat beruang tersebut.
Ursus arctos pruinosus – Tibetan blue bear
Beruang biru tibet
Tibetan Blue Bear - Ursus arctos pruinosus - Joseph Smit crop.jpg Dataran tinggi Tibet [8] Beruang Tibetan blue adalah jenis beruang yang berukuran sedang dengan bulu acak dan panjang. Bulu di sekitar leher lebih tipis, dan membentuk "kerah". Tengkorak dibedakan choanae yang relatif rata, kurva lengkung seperti dari baris molar dan gigi besar.[8]
Ursus arctos sitkensis
Pulau Baranof
Ursus arctos stikeenensis


Ursus arctos syriacus – Syrian brown bear
Beruang cokelat suriah
Ursus arctos syriacus.jpg Ditemukan di Kaukasus Selatan, Suriah, Irak, Turki (Asia Kecil), Iran, Afghanistan, Pakistan, Himalaya Barat dan Pamir-Alai dan pegunungan Tian Shan,[8] kemungkinan sejarah kehadiran beruang ini ada di Palestina utara (yang saat ini diduduki Israel). Beruang Suriah berwarna terang, berukuran sedang hingga kecil dengan cakar terang.[8]
Ursus arctos marsicanus – Marsican brown bear
Beruang cokelat marsica (tidak diakui secara resmi)

Marsica, Italia tengah Diperkirakan 30 sampai 40 beruang yang tersisa di daerah Marsica.
 
Copyright © HEWAN . Design by WPThemes Expert

Blogger Themes By Buy My Themes.